Prinsip evaluasi pendidikan agama islam: objektivitas, keadilan, dan nilai-nilai Islam

Main Article Content

Safry Andi
R. Risel Oktoberiadi
Nova Rio Nandes

Abstract

Evaluasi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berfungsi untuk mengukur pencapaian kognitif peserta didik, tetapi juga sebagai sarana pembinaan spiritualitas, akhlak, dan kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip utama yang menjadi landasan evaluasi PAI, yaitu objektivitas, keadilan, dan integrasi nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur yang relevan dengan konsep evaluasi pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa objektivitas menuntut penggunaan instrumen evaluasi yang valid dan reliabel, sedangkan keadilan menekankan pemberian kesempatan yang sama kepada setiap peserta didik untuk dinilai berdasarkan kemampuan dan usaha mereka. Selain itu, evaluasi PAI perlu mencerminkan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, muhasabah, dan muraqabah. Dengan demikian, evaluasi PAI diharapkan mampu mendukung proses pendidikan yang lebih bermakna serta berorientasi pada pembentukan akhlak mulia.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Prinsip evaluasi pendidikan agama islam: objektivitas, keadilan, dan nilai-nilai Islam. (2026). Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 4(4). https://doi.org/10.55904/nautical.v4i4.2167

References

Abdul Hakim, & Habibah, L. N. (2026). Konsep Dan Prinsip Evaluasi Pembelajaran Dalam Pendidikan Agama Islam. Journal Of Islamic Education Research, 1(2). https://jier.uinkhas.ac.id/index.php/jier

Alya khoirunnisa, A. khoirunnisa, & Ikhwan, A. (2025). Evaluasi Pendidikan Menurut Perspektif Filsafat Islam. Pojok Guru: Jurnal Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 3(1), 32–46. https://doi.org/10.55148/pojokguru.v3i1.1152

Andayani, T., & Madani, F. (2023). Peran Penilaian Pembelajaran Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa di Pendidikan Dasar. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(2), 924–930. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.4402

Ani, Y. (2014). Penilaian Autentik dalam Kurikulum 2013.

Arfah, M. A. (2021). Evaluasi Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam (Pai). Jurnal Literasiologi, 7(2). https://doi.org/10.47783/literasiologi.v7i2.282

Arifin, H. M. (1987). Filsafat Pendidikan Islam. Bina Aksara, 1987.

Arifin, Z. (2009). Evaluasi pembelajaran: prinsip, teknik, prosedur : standar penilaian menurut BSNP, model evaluasi, instrumen evaluasi, penilaian berbasis kelas, penilaian portofolio, analisis kualitas tes refleksi pelaksanaan evaluasi. Remaja Rosdakarya.

Audria, N., Lestari, O. I., Nazurti, N., Indriani, I., & Sastrawati, E. (2024). Pentingnya Evaluasi Pembelajaran Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Disekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(2). https://doi.org/https://doi.org/10.23969/jp.v9i2.13374

Azra, A. (2002). Paradigma baru pendidikan nasional: rekonstruksi dan demokratisasi. Penerbit Buku Kompas, 2002.

Bangun, K., & Ratnasari, D. (2023). Evaluasi Pendidikan Islam: Prespektif Hadis Rasulullah SAW. Audhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 8(1). https://doi.org/https://doi.org/10.48094/raudhah.v8i1.325

Carrol, J. B., Bloom, B. S., & Airasiian, P. W. (1971). Mastery learning: Theory and practice. Mastery Learning, 1–152. https://www.gwern.net/docs/psychology/1971-block-masterylearningtheoryandpractice.pdf

Eprianto, Koswara, A., & Duski, D. (2025). Penilaian Akhlak Siswa oleh Guru Pendidikan Agama Islam: Analisis Objektivitas dan Subjektivitas. Jurnal PAI Raden Fatah, 7(4). https://doi.org/https://doi.org/10.19109/pair.v7i4.31760

Husein, W. M. (2022). Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Penerapan Teknologi Informasi di MI Miftahul Ulum Bago Pasirian. Jurnal Petisi, 3(1), 20–28.

Majid, A., & Andayani, D. (2012). Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung Pt.remaja rosdakarya.

Misnawati, M., Junari, J., Teibang, D., Ilham, I., & Luthfiyah, L. (2025). Evaluasi Hasil Asesmen Melalui Pemberian Umpan Balik dalam Tes Formatif sebagai Tolak Ukur Hasil Belajar Siswa. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(2), 2236–2242. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i2.6836

Muhaimin. (2005). Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam: di sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi. RajaGrafindo Persada, 2005.

Mulyasa, E. (2007). Standar kompetensi dan sertifikasi guru. Remaja Rosdakarya.

Muspiroh, N. (2016). Integrasi Nilai Islam Dalam Pembelajaran IPA (Perspektif Pendidikan Islam). Jurnal Pendidikan Islam, 28(3), 484–498. https://doi.org/10.15575/jpi.v28i3.560

Muthoharoh, M. (2019). Konsep Evaluasi dalam Pendidikan Islam. Jurnal Tarbiyah Dan Syariah Islamiyah, 26(2). https://doi.org/https://doi.org/10.29138/tasyri.v26i2.71

Nata, A. (2001). Perspektif Islam tentang pola hubungan guru-murid: studi pemikiran tasawuf Al-Ghazali. Rajagrafindo Persada (Rajawali Pers).

Purwanto, N. (2008). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Sari, L. M. (2019). Evaluasi dalam Pendidikan Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 211. https://doi.org/10.24042/atjpi.v9i2.3624

Tafsir, A. (2014). Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Trimudrika, Leneto, B., & Damapolii, M. (2022). Evaluasi Pendidikan Dalam Perspektif Al-Qu’ran Dan Hadis Di Madrasah Aliyah Moutong. Journal of Islamic Education Management Research (JIEMER), 1(2). https://doi.org/https://doi.org/10.58194/jiemr.v1i2.691

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pub. L. No. 58 (2003).

Zai, A., Lase, F., Harefa, A. T., & Harefa, A. (2024). Penggunaan Teknik Umpan Balik (Feedback) dalam Membangun Kualitas Belajar Siswa. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(9), 10824–10832. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i9.5858