Keadilan hukum dalam penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia berat yang berkeadilan melalui mekanisme non-yudisial berdasarkan Keppres Nomor 17 Tahun 2022
Main Article Content
Abstract
Pelanggaran HAM berat merupakan kejahatan serius yang menuntut mekanisme penegakan hukum yang mampu memberikan keadilan bagi korban. Dalam praktiknya, penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia tidak selalu efektif melalui mekanisme yudisial, terutama karena kendala pembuktian serta dinamika politik dan sosial. Kondisi ini mendorong negara untuk mengembangkan pendekatan alternatif melalui mekanisme non-yudisial yang berorientasi pada pemulihan korban dan rekonsiliasi sosial. Penelitian ini menganalisis keadilan hukum dalam penyelesaian pelanggaran HAM berat melalui mekanisme non-yudisial berdasarkan Keppres 17/2022, dengan studi kasus Rumoh Geudong di Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan menelaah norma hukum tertulis, dokumen resmi, dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keppres 17/2022 menjadi langkah penting dalam mewujudkan keadilan restoratif melalui pemulihan sosial, ekonomi, dan psikologis korban. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala, seperti minimnya koordinasi antar lembaga, lemahnya dasar hukum, dan belum optimalnya keterlibatan korban. Analisis berdasarkan teori Lon L. Fuller, Lawrence M. Friedman, dan Soerjono Soekanto menunjukkan bahwa keadilan hukum ideal di Aceh harus mencakup dimensi moral, sosial, dan struktural yang berpihak pada korban, serta mekanisme non-yudisial seharusnya melengkapi, bukan menggantikan proses yudisial dalam mewujudkan keadilan substantif.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
How to Cite
References
Agnia, Ima Nur. “Implementasi Permen PAN & RB Nomor 83 Tahun 2012 Terhadap Pemanfaatan Media Sosial Facebook Tentang Pencatatan Perkawinan Di KUA Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Perspektif Lawrence M. Friedman.” Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri, 2023. https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/11141.
Agriyanto, Ratno, and Abdul Rohman. “Rekonstruksi Filsafat Ilmu Dalam Perspektif Perekonomian Yang Berkeadilan (Kajian Terhadap Ontologi, Epistemologi Dan Aksiologi Ilmu Ekonomi Yang Islami).” At-Taqaddum 7, no. 1 (August 4, 2017): 35. https://doi.org/10.21580/at.v7i1.1530.
Al’anam, Muklis. “Moralitas Hukum Dalam Pemikiran Lon Fuller, H.L.A. Hart, Dan Hans Kelsen.” Law Jurnal 5, no. 2 (February 13, 2025): 146–57. https://doi.org/10.46576/lj.v5i2.6015.
Ammade, Fila Rahmat Dhiva, Fadlikal Aqdam Nugraha, Siti Nurhasanah Natalia Muslihat, and Zahira Kamilia. “Tantangan Dan Hambatan Dalam Upaya Penegakan Delapan Prinsip Moralitas Hukum Lon L. Fuller Di Indonesia Fila.” Nusantara: Jurnal Pendidikan, Seni, Sains Dan Sosial Humaniora 1, no. 2 (2023): 1–25. https://doi.org/10.11111/nusantara.xxxxxxx.
Aspinall, Edward. “Peace without Justice? The Helsinki Peace Process in Aceh,” 2008.
Bakri. “Sekilas Tentang Tiga Peristiwa Kelam Di Tanah Rencong.” Serambinews.com, 2023. https://aceh.tribunnews.com/2023/01/12/sekilas-tentang-tiga-peristiwa-kelam-di-tanah-rencong.
Bhan, Manan, Dhruba Sharma, A.S. Ashwin, and Swapan Mehra. “Policy Forum: Nationally-Determined Climate Commitments of the BRICS: At the Forefront of Forestry-Based Climate Change Mitigation.” Forest Policy and Economics 85 (December 2017): 172–75. https://doi.org/10.1016/j.forpol.2017.09.013.
Drexler, Elizabeth. “History and Liability in Aceh, Indonesia: Single Bad Guys and Convergent Narratives.” American Ethnologist 33, no. 3 (August 2006): 313–26. https://doi.org/10.1525/ae.2006.33.3.313.
Fahmi Syahrial, Mario, and Handaru Indrian Sasmito Adi. “Dialektika Hukum Dan Moral Dalam Perspektif Sosiologis: Pengaruh Timbal Balik Dalam Pembentukan Dan Penegakan Hukum.” Maharsi 6, no. 3 (December 31, 2024): 1–8. https://doi.org/10.33503/maharsi.v6i3.68.
Fuad, Fuad, and Rio Rama Baskara. “Efektivitas Pengadilan Ham Ad Hoc Di Indonesia Sebelum Berlakunya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000.” Juris Humanity: Jurnal Riset Dan Kajian Hukum Hak Asasi Manusia 4, no. 1 (June 30, 2025): 70–80. https://doi.org/10.37631/jrkhm.v4i1.83.
Hadi, Faisal. “Human Rights Andjustice in Aceh.” Jakarta: Accord 20, 2003.
Hambali, Ahmad. “Kebijakan Penyelesaian Pelanggaran Berat Ham Masa Lalu Oleh Pemerintahan Jokowi.” Collegium Studiosum Journal 6, no. 1 (June 13, 2023): 46–57. https://doi.org/10.56301/csj.v6i1.810.
Hermann, Donald H.J. “Restorative Justice and Retributive Justice: An Opportunity for Cooperation or an Occasion for Conflict in the Search for Justice.” Seattle Journal for Social Justice 16, no. 1 (2017): 71–103. https://digitalcommons.law.seattleu.edu/sjsj/vol16/iss1/11/.
Hoesein, Zainal Arifin. “Pembentukan Hukum Dalam Perspektif Pembaruan Hukum.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 1, no. 3 (December 31, 2012): 307. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v1i3.87.
Indonesia, Pemerintah Pusat. Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2022 tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang Berat Masa Lalu (2022).
———. Undang-undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (1999).
Ismaidar, Ismaidar, Tamaulina Br. Sembiring, and Romy Rohadi Saragih. “Politik Hukum Dalam Hierarki Peraturan Perundang-Undangan Sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.” SULTAN ADAM: Jurnal Hukum Dan Sosial 3, no. 1 (January 25, 2025): 81–89. https://doi.org/10.71456/sultan.v3i1.1161.
Lesmana, Teddy. “Pokok-Pokok Pikiran Lawrence Meir Friedman; Sistem Hukum Dalam Perspektif Ilmu Sosial.” Nusa Putra University, 2021. https://nusaputra.ac.id/article/pokok-pokok-pikiran-lawrence-meir-friedman-sistem-hukum-dalam-perspektif-ilmu-sosial/.
Maisarah, Cut, and Effendi Hasan. “Transformasi Perjuangan Politik Gerakan Aceh Merdeka (Suatu Penelitian Terhadap Arah Dan Strategi Perjuangan Politik GAM Pasca 13 Tahun Perjanjian MoU Helsinki).” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik 4, no. 2 (2019).
Manan, Abdul, Abdul Hadi, and Iping Rahmat Saputra. “Post-Conflict Reconciliation in Aceh, Indonesia: Perspectives from the Victims.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik 25, no. 2 (February 18, 2022): 162. https://doi.org/10.22146/jsp.66177.
Mullock, Philip. “The Inner Morality of Law.” Ethics 84, no. 4 (July 1974): 327–31. https://doi.org/10.1086/291929.
Rahayu, Derita Prapti, Faisal Faisal, Rafiqa Sari, and Ndaru Satrio. “Law Enforcement in the Context of Legal Culture in Society.” LAW REFORM 16, no. 2 (September 27, 2020): 276–89. https://doi.org/10.14710/lr.v16i2.33780.
Rahmat, Imdadun. “Jaminan Kebebasan Beragama Dan Berkeyakinan Di Indonesia.” Jurnal Hak Asasi Manusia 11, no. 11 (September 3, 2021): 1–33. https://doi.org/10.58823/jham.v11i11.86.
Ramadhan, Febriansyah, and Ilham Dwi Rafiqi. “Menggali Asas-Asas Pengadilan Hak Asasi Manusia Dalam Pengujian Undang-Undang Pengadilan Hak Asasi Manusia.” Journal of Judicial Review 24, no. 1 (June 3, 2022): 35–58. https://doi.org/10.37253/jjr.v24i1.5376.
Ramadhan, Muhammad Iqbal, Suparji Ahmad, and Anis Rifai. “Creating Legal Certainty for Victims A Comparative Analysis of the Resolution of Past Gross Human Rights Violations Through Judicial and Non-Judicial Mechanisms.” JIHK 6, no. 2 (January 9, 2025): 127–44. https://doi.org/10.46924/jihk.v6i2.243.
Rufaidah, Rufaidah, Fuad Fuad, and Anindita Anindita. “Kontroversi Keterlibatan Prabowo Subianto Dalam Kasus Pelanggaran HAM Pada Debat Capres 2024 Perspektif Media Sosial.” Juris Humanity: Jurnal Riset Dan Kajian Hukum Hak Asasi Manusia 3, no. 1 (June 28, 2024): 27–39. https://doi.org/10.37631/jrkhm.v3i1.27.
Rusydi, Muhammad. “Hukum Dan Moral: Mengulik Ulang Perdebatan Positivisme Hukum Dan Teori Hukum Kodrat H.L.A Hart &Amp; Lon F. Fuller.” AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum 2, no. 1 (April 21, 2021): 1–8. https://doi.org/10.47776/alwasath.v2i1.134.
Sabila, F, P Arafat, S Agustina, and M A Yusuf. “Memorialization at Conflict Heritage Sites in Aceh Based on Major Events.” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 1301, no. 1 (February 1, 2024): 012016. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1301/1/012016.
Salim, Indah Rahmawati. “Pelanggaran Hukum Dan HAM Pada Operasi Militer Di Aceh Sebelum Reformasi: Kajian Terhadap Kebijakan DOM.” Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik 2, no. 1 (2024): 582–94. https://doi.org/https://doi.org/10.62379/2dk9se09.
Soekanto, Soerjono. “Masalah Penegakan Dan Kesadaran Hukum.” Jurnal Hukum & Pembangunan 9, no. 5 (October 31, 1979): 461. https://doi.org/10.21143/jhp.vol9.no5.784.
Suh, Jiwon. “Human Rights and Corruption in Settling the Accounts of the Past.” Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia 179, no. 1 (March 21, 2023): 61–89. https://doi.org/10.1163/22134379-bja10049.
Thahara, Fika. “Tragedi Rumoh Geudong : Membuka Luka Lama Dalam Sejarah Pelanggaran Ham.” KontraSAceh, 2023. https://kontrasaceh.or.id/tragedi-rumoh-geudong-membuka-luka-lama-dalam-sejarah-pelanggaran-ham/.
Wood, Elisabeth Jean. “Sexual Violence during War: Toward an Understanding of Variation.” In Order, Conflict, and Violence, 321–51. Cambridge University Press, 2008. https://doi.org/10.1017/CBO9780511755903.014.